October 28, 2008 : 12:29 pm
Alhamdulillah, 680 km sudah saya berjalan - kembali lagi ke kota kecil ini dengan selamat. Berangkat dari Perawang jam 09.00 WIB 25 Oktober menuju kota Pekanbaru, dengan niatan service kendaraan yang saya bawa ini. Karena kilometer pada speedo-nya sudah tercatat 9980, artinya kendaraan ini harus diservis rutin 10.000 km (servis kedua) di dealer tempat kendaraan ini dibeli dulu. Dengan yakin dan super pede-nya saya melajukan mobil itu ke dealer, yang mana sebelumnya kemaren saya juga sudah booking servis pada hari keberangkatan saya ini. Rencana yang sudah saya susun jam 10.00 mobil ini akan saya servis. Jam 10 lebih 12 menit saya sampai di dealer tersebut, perjalanan 70 km dapat juga saya selesaikan dengan waktu 1 jam. Jalan yang berbebelok, berlobang, macam-macamlah sampai macet segala. (more…)
October 24, 2008 : 6:00 pm
Kalau tidak ada halang rintang insya Allah saya akan mudik lagi. Nah lho, hebat kali bisa mudik lagi. Lha iya lah, lha…. wong… saya kok, saya kan … wong … juga tapi bukan Wong Aksan (nah… malah ngelantur). Ke-mudik-an saya kali ini berkaitan dengan keberangkatan saya menuju tanah seberang. Atas titah dan perintah dari pusat saya mau tidak mau, suka tidak suka harus meninggalkan tanah Melayu yang mana sudah dua tahun saya bernafas disana. Tepat 1 November 2006 silam saya hengkang dari tanah Jawa, dan mendarat dengan mulus di tanah Sumatera. Dan entah sebuah kebetulan atau bukan tanggal 1 November 2008 ini saya insya Allah akan terbang dari Sutan Syarif Qasim III menuju Sukarno Hatta bersama pesawat ini.
(more…)
October 23, 2008 : 7:48 pm
Ternyata perguruan tinggi di negara kita masih ketinggalan jauh dibanding dengan negara tetangga Singapore, Malaysia bahkan Thailand. Singapore mampu menduduki peringkat ke 30 yang diwakili oleh National University of Singapore. Thailand dipercaya meraih peringkat 166 bersama Chulalongkorn University (menulis nama Univ. nya saja susah saya). Malaysia, yang "katanya" dulu me-import tenaga kerja pengajar (guru/dosen) dari Indonesia malah melejit juga dengan Universitas Malaya (UM) merebut peringkat 230. Universitas Kebangsaan Malaysia juga tidak ketinggalan memotong kita di posisi 250.
Bagaimana dengan Indonesia ? Ada 3 perguruan tinggi yang mendominasi. Universitas Indonesia dengan perjuangannya yang gigih dari peringkat 395 tahun 2007 meloncat ke peringkat 287. Sedangkan Institut Teknologi Bandung dari peringkat 369 tahun 2007 saat ini naik ke peringkat 315. Dan Universitas Gadjah Mada ? berada di posisi 316 setelah naik dari posisi 360 tahun 2007.
Bagaiama juga dengan Almamater anda ? silahkan kunjungi situs yang satu ini
: 5:46 pm
Ok, deh sayang, I Love You … !!! (teriak pakai microphone Masjid)
Ah Cinta, dikau memang membuatku mati ! mati karena mabuk kepayang. Kata-katamu singkat, membuat rinduku semakin menjadi-jadi. 2 hari lagi, insya Alloh kita bertemu. 13 hari berlalu tanpa senyummu membuat hampa hari-hariku. Seminggu lebih kita menunggu saat bertemu, lihatlah aku … semakin kurus tak terurus. Seperti apa ya dirimu sekarang ? aku yakin kamu semakin cantik saja. Senyummu pasti membuatku semakin terpana. Ah ! tambah lama aku tambah gila, makin hari makin dimabuk cinta.
Semoga cinta kita tumbuh bagai pohon yang batang dan daunnya kuat menahan badai, akarnya kokoh mencengkram bumi.
Ih ! gemes … (aku tak punya kata-kata lagi)
October 22, 2008 : 7:15 pm
Sebuah tulisan yang pernah saya posting di sini tanggal 12 Agustus 2004 jam 1.41 PM
Pernah seorang teman berkomentar …
"ngapain sih kamu ambil foto yang kayak gitu ? kayak gak ada yang lebih bagus aja !".
Maaf, mungkin kita sedikit berbeda dalam mencerna. Sepintas lalu memang dianggap tak berharga, tapi suatu saat nanti kamu akan mengerti betapa gambar ini begitu bermakna, ya begitulah aku menjawab seadanya.
Di bangku becak bapak itu tertidur pulas. Mari kita korek … dibenakmu apa saja yang terlintas, gak usah dengan kata yang muluk-muluk pakai saja bahasa yang lugas dan jelas. Ingat, ini bukan soal-soal ujian untuk masuk universitas ataupun UAS.
Inilah dunia nyata, dunia orang-orang yang kita anggap berada di bagian bawah dari urutan tangga sosial yang entah siapa pertama kali memberi istilah. Jika kita juga punya istilah yang sama untuk mereka … maaf … ternyata kita salah, mereka bukan orang yang berada pada tangga yang kita pikirkan … mereka bukan orang-orang terbawa oleh nasib yang selalu kita dengungkan.
(more…)