Ngeblog Dibayar !
Belakangan ini saya betul-betul mempergunakan semua waktu dari jam 08.00 WIB sampai 12.00 WIB kemudian dilanjutkan 13.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB bahkan lewat, untuk proyek dan perusahaan yang membayar saya. Sedikit sekali waktu yang saya gunakan untuk berselancar/surfing apalagi posting di dunia internet ini. Saya tidak berbangga diri bahwa saya mencurahkan semua waktu saya yang dibayar adalah untuk pekerjaan. Tapi saya cuma ber-evaluasi diri. Mungkin dari semua total waktu saya yang dibayar itu, ada sekitar 5-15 menit yang saya curi untuk kegiatan yang lain yang tidak mendukung pekerjaan saya sepenuhnya. Contohnya apa ? surfing, posting di blog, update jejaring sosial, dan sesekali chatting.
Terus terang, sekarang saya memang mencuri waktu lagi. Sudah lima puluh tujuh menit saya hamburkan waktu ini untuk bermain-main di internet. Singgah di blog teman-teman kemudian dilanjutkan dengan posting tulisan ini. Saya hitung-hitung, untuk sebuah aktivitas blog saya yang tidak ada apa-apanya ini saja sudah menghabiskan waktu segitu lama. Bagaimana dengan aktivitas para selebriti blog ya ? atau blognya yang mendekati predikat selebritas ? mungkin bisa jadi 1/2 atau 1 hari penuh hanya untuk memikirkan : menjawab komentar, membalas kunjungan, mengisi komentar, memikirkan ide postingan berikut, menulis ide tersebut. Sungguh sebuah rangkaian pekerjaan yang berat dan lama (bagi saya). Bagaimana tidak, bayangkan yang kasih komen 100 orang ? nah kita akan berkunjung ke 100 blog dengan waktu minimal 1 blog 5 menit (untuk tampilan 1 menit, baca 2 menit, baca komen orang lain 1 menit, tulis komen 1 menit). 5 menit x 100 blog, begh … 500 menit alias 8.3 jam. Habis sudah waktu kerja 1 hari.
Tapi itu tentunya bagi yang menggunakan fasilitas internet gratis dari perusahaan atau kantor. Artinya apa ? ternyata kita dibayar untuk ngeblog dengan menggunakan fasilitas internet gratis. hebat !
Syukurlah jika kita menggunakan fasilitas yang dibayar oleh pribadi, dan tentunya akan ada waktu khusus dan biaya khusus lagi untuk itu. Kapan ? diluar jam kerja. Diluar jam kerja itu sebenarnya porsi untuk keluarga (bagi yang berkeluarga, bagi yang single mungkin oke-oke saja). Artinya kita merampok hak keluarga untuk berkumpul bersama. Lah trus kapan bisa untuk menulis, silaturahmi dan sebagainya ?. Memang sudah seharusnya untuk memikirkan cara bagaimana dilema (bagi saya) itu bisa teratasi. Jelas menulis, membaca dan komentar itu sebagai kebutuhan. Bahkan tanpa menulis, semua akan hilang. Tanpa membaca, kita tak tahu apa-apa, tanpa bersilaturahmi (komentar) ? tentu akan sepi sendiri.
So, bagaimana solusinya ? (ini mungkin bagi yang menggunakan fasilitas internet gratis di kantornya kali ya) yang terpikirkan bagi saya baru satu, menulis diwaktu senggang. Walaupun tidak ada koneksi internet, tetap saja menulis. Nanti jika sudah terhubung dengan internet lagi, kita tinggal update saja. Mungkin ini layaknya seperti wartawan menulis berita. Membaca ? mungkin bisa menggunakan fasilitas rss feed (feeder ? ah tak tau lah namanya) yang bisa mengadopsi tulisan/postingan teman-teman yang lain dalam 1 halaman. Jadi tidak capek berkunjung ke semua blog. Tinggal save aja halaman tersebut, setiba dirumah diwaktu senggang baca semuanya. Siapkan komentarnya sekalian. Besok update, selesai.
Tapi yang paling praktis memang punya koneksi sendiri, bayar sendiri, pakai sepuasnya dan tanggung juga resiko sendiri. Semuanya tergantung kita yang atur.

Benar banget…ternyata susah juga ya cari segengam dollar.he…he… tapi kalo kita baca kisah2 sukses para selebrity blogger jadi ngiler…
Sukses dan pantang menyerah ya…