suryaaffanmaira.jpg

Sebelumnya

Sebelum menutup tanda silang dipojok layar anda...


Be A Mujahid

Karena Mobil Ini …

Alhamdulillah, 680 km sudah saya berjalan - kembali lagi ke kota kecil ini dengan selamat. Berangkat dari Perawang jam 09.00 WIB 25 Oktober menuju kota Pekanbaru, dengan niatan service kendaraan yang saya bawa ini. Karena kilometer pada speedo-nya sudah tercatat 9980, artinya kendaraan ini harus diservis rutin 10.000 km (servis kedua) di dealer tempat kendaraan ini dibeli dulu. Dengan yakin dan super pede-nya saya melajukan mobil itu ke dealer, yang mana sebelumnya kemaren saya juga sudah booking servis pada hari keberangkatan saya ini. Rencana yang sudah saya susun jam 10.00 mobil ini akan saya servis. Jam 10 lebih 12 menit saya sampai di dealer tersebut, perjalanan 70 km dapat juga saya selesaikan dengan waktu 1 jam. Jalan yang berbebelok, berlobang, macam-macamlah sampai macet segala.

Sesampainya di dealer mobil ini, saya langsung katakan maksud dan tujuan kedatangan saya. Sang CS (Costumer Service-red) bilang, kenapa Bapak telat ? Alasan saya ya macet lah, karena memang macet di daerah seputaran dealer tersebut. Kemudian berlanjutlah permbicaraan kami

"Bapak mau service yang keberapa ini pak ?" Bapak yang masih muda itu bertanya sambil membuka buku service. (Saya pikir ini cuma pertanyaan asal saja, karena dia kan bisa tahu sendiri dari buku service)

"Yang kedua pak, service 10.000 km" Saya jawab dengan yakin sekali, karena sudah beberapa kali saya buka bolak-balik buku service mobil itu.

"Sebentar pak…" hening beberapa saat

"Untuk service kedua, Bapak dikenakan biaya 547.000,- Rupiah pak" dia menjelaskan kepada saya dengan nada datar.

"Hah ?! berapa pak ?" Saya kaget plus dengan mata yang melotot, teringat uang yang ada dalam saku dompet saya. Kemudian saya mengingat sesuatu, baru saya bisa sedikit tenang

"547.000 rupiah pak" Bapak itu kembali mengucapkan deretan angka

"Bukannya gratis pak ?" Seingat saya mobil diservis sekian kali gratis di dealer, apa sekarang udah beda ya ?

"Kalau pertama memang gratis pak, tapi kalau untuk yang kedua dan seterusnya bayar pak. Tapi Bapak tak usah khawatir, kalau Bapak service disini dapat diskon 10% pak" panjang lebar Bapak itu menjelaskan, tapi otak saya sudah menjalar kemana-mana. Ganti oli sajalah pikir saya.

"Kalau ganti oli saja berapa pak ?" Saya langsung saja.

"214.000 rupiah pak" Nah lho, ini pakai oli apa ya ? mahal kali, mungkin oli yang 12.000,-/1x ganti kali nih. Wah bokek juga saya dibuatnya. Pindah ajalah

"Hm, gak jadi lah pak. Makasih ya" Saya langsung berangkat pergi tanpa babibu lagi meninggalkan Bapak tadi yang cuma bisa bengong.

Terus mobil ini saya luncurkan ke Sidimacho yang banyak bendera Petronas-nya (Pertamina kemana ya ? mungkin karena kurang keren kali). Saya minta ganti oli merk Mobil1 yang harganya 40.000 Rupiah/liter. Tanpa ganti filter, saya juga minta dicek air aki, minyak rem, tambah wipper shampo, cek air pendingin, ban dll yang saya rasa perlu untuk berjalan jauh. O ya, board depan sebelah kiri yang lepas saya minta dipasang lagi. Dan semua itu saya cuma dibebankan 135.000 Rupiah.

Murah ya ? iya lah, karena saya milih oli yang cuma sampai 4000 km kok. Shampo wipper yang harganya 15.000,-. Cek ini itu, gratis ! Karena saya sudah tenang dan senang dengan pelayanannya, saya panggil mekanik / montir yang mengurus mobil itu. Mereka ada bertiga, sebelum saya berangkat saya kasih mereka 5.000 Rupiah/kepala.

Well, selanjutnya saya melaju dengan cepatnya menemui Cinta di kampung halaman sana.

"Hah ?! berapa pak ?" Saya kaget plus dengan mata yang melotot, teringat uang yang ada dalam saku dompet saya. Kemudian saya mengingat sesuatu, baru saya bisa sedikit tenang.

Tahu apa yang membuat saya tenang ? karena mobil ini … mobil sewaan, bukan milik saya.

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://suryamaira.blogsome.com/2008/10/28/karena-mobil-ini/trackback/



  1. Comment by adipati kademangan — October 28, 2008 @ 3:51 pm

    wooo, jadi gitu selama bukan mobil saya lhah kok wenak dirumat dengan sedemikian rupa. Harga segitu (dealer tempat beli) apa sampeyan ndak curiga kalo banyak mark up nya ?


  2. Comment by suryamaira — October 28, 2008 @ 4:13 pm

    # Adipati Kademangan
    Jadi begini, karena dompet saya tidak setebal yang punya mobil. Akhirnya begitulah, masa bos, service-nya = 10% sewa perbulan ? Karena mau berangkat jauh, oli sudah saatnya ganti, so … ambil alternatif lain. Nanti bonnya kasih sama yang punya. hehehe
    Yo dirawat toh mas yo, meskipun bukan punya kita. Prinsip nya ya, yang punya mobil senang kalau mobil ada ditangan kita (betul gak ?). Kayaknya dealer tidak mark-up lah karena service yang 547.000 itu banyak sekali, ada balancing, spooring, wis opo maning ga ngerti saya, ada di buku servisnya semua. Kenapa berani saya gak servis ? ya … karena saya rasakan di mobil tiu gak ada masalah yang serius, masih enteng aja pada posisi 120 km/jam


  3. Comment by Tuti Nonka — October 28, 2008 @ 11:55 pm

    Wahaha … saya malah nggak pernah pergi ke bengkel untuk servis mobil, wong wis ono sing ngurus (driver saya). Saya tahunya cuma beli minyak saja. Oh ya, pertamax turun lagi nih, terakhir saya beli cuma Rp. 8.000 lebih berapa, gitu. Wah, seneng saya. Lha dulu waktu sempat mencapai harga Rp. 10.850,- per liter, saya sempat pening kepala. Sekarang harga minyak dunia turun, semoga pertamax bisa turun lagi. Syukur-syukur bisa mencapai harga Rp. 6.500an seperti dulu …


  4. Comment by Epat — October 29, 2008 @ 5:46 am

    gak ada potoshutnya hanyalah hoax :P


  5. Comment by suryamaira — October 29, 2008 @ 9:10 am

    #Tuti Nonka
    Kalau cewek, Ibu-Ibu a.k.a Wanita memang jarang ngurusin beginian. Mungkin takut dibilang Cewek Macho, tapi gak ada salahnya lho sekali-sekali nyoba cari pengalaman ke bengkel. Mana tau ntar sendirian nyetir, ga ada sopir mobil mogok ?!
    Iya nih saya juga nunggu kapan BBM turun, dulu alasan naik karena minyak dunia lagi naik, sekarang giliran turun kok nuruninnya susah juga ya ? pake lama pula. Aya-aya wae !

    # Epat :
    Haduh aku kok ya gak kepikiran nge-shut yo, dobol ! padahal ono kamera lho. Wis, mengko tak potone maning.


  6. Comment by Tuti Nonka — October 31, 2008 @ 12:20 am

    Kalo mobil ada masalah di jalan (pernah indikator temperatur tiba-tiba melonjak ke warna merah, lalu kap mesin kebul-kebul … ) saya minggir aja, terus telpon ke rumah. Nunggu driver jemput pake mobil yang sehat, trus saya ganti pake mobil yang sehat itu. Mobil yang mogok diurusin driver (uuenake ya?).
    Tapi iya juga sih, sudah lama saya pengin kursus montir, biar ngerti dikit-dikit soal mesin. Soalnya saya kemana-mana nyetir sendiri, jadi kayaknya perlu juga ngerti mesin.


  7. Comment by suryamaira — October 31, 2008 @ 10:07 am

    #Tuti Nonka
    uenakkee mbak, betul itu mbak … kursus montir juga ide yang bagus. Tak usah terlalu yang menditail, cukup untuk mengatasi perjalanan jauh saja. Btw sesi kursus bongkar ban boleh juga, biar tambah macho … huehehehe ! tapi asli, keren euy ! ada cewek bongkar ban, kesannya cewek itu mandiri. Asal jangan ban truk gandeng aja.



RSS feed for comments on this post.