suryaaffanmaira.jpg

Sebelumnya

Sebelum menutup tanda silang dipojok layar anda...


Be A Mujahid

Mudik Lagi

Kalau tidak ada halang rintang insya Allah saya akan mudik lagi. Nah lho, hebat kali bisa mudik lagi. Lha iya lah, lha…. wong… saya kok, saya kan … wong … juga tapi bukan Wong Aksan (nah… malah ngelantur). Ke-mudik-an saya kali ini berkaitan dengan keberangkatan saya menuju tanah seberang. Atas titah dan perintah dari pusat saya mau tidak mau, suka tidak suka harus meninggalkan tanah Melayu yang mana sudah dua tahun saya bernafas disana. Tepat 1 November 2006 silam saya hengkang dari tanah Jawa, dan mendarat dengan mulus di tanah Sumatera. Dan entah sebuah kebetulan atau bukan tanggal 1 November 2008 ini saya insya Allah akan terbang dari Sutan Syarif Qasim III menuju Sukarno Hatta bersama pesawat ini.

Apa hubungannya dengan mudik lagi ? Berhubung sang kekasih tercinta dan sibuah hati yang tersayang bukan kepalang masih di kampung, dan niat saya untuk memboyong mereka keduanya untuk hidup bersama ditanah orang (tentu saja tanah orang, karena saya belum punya tanah disana). Besok sore saya akan mudik menjemput impian saya. Rencananya akan balik lagi kesini 2 hari setelahnya. Saya juga mau pamitan dengan Ibu, Mertua, kakak, adik, sanak keluarga, karib kerabat, karena mungkin untuk waktu yang agak lama tidak bertemu sapa.

Kapan lagi akan ke tanah Melayu ini ? entahlah, saya tidak tahu pasti. Yang pasti, selama ini tanah Melayu punya andil besar membuat kehidupan saya menjadi berwarna-warni. Layaknya pelangi, dan di tanah Melayu ini juga saya nonton Laskar Pelangi. Kekasih hati saya sering juga bilang suka tinggal disini, saya juga suka tinggal disini. Tapi kenapa kami harus pergi ? alasannya sederhana saja, demi sesuap nasi.

Besok saya akan pergi, mungkin kata-kata yang saya rangkai disini akan kembali sepi. Karena saya tidak bisa berinternet kemana saja saya pergi, bahkan yang saya pakai sekarangpun cuma pinjaman koneksi. Tapi tanpa koneksi internet saya tidak akan mati, saya rasa saya masih bisa bercerita. Masih ada buku yang akan saya tulis dengan pena. Masih ada kepala yang akan merekam cerita-cerita. Suatu kapan hari nanti saya akan tuangkan dan kita akan membaca-nya bersama. Doakan saya ya !

Cinta …
Ah, aku rasa, aku sudah siap untuk terpana.
Terpesona dengan pandangan sejukmu dimata.
Dengan alunan anggun gemulai semampai membuatku terpedaya.
Aku rindu padamu,
Rindu yang takkan bisa terbayar dengan sejuta nyanyian cinta
Rindu yang takkan bisa diobati kemanapun obat akan dicari
Aku rela mengukur jarak dengan roda
Walau itu hitungannya berjuta
Asalkan kita bersua

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://suryamaira.blogsome.com/2008/10/24/mudik-lagi/trackback/



  1. Comment by Epat — October 25, 2008 @ 5:25 am

    pamer? ngece aku tah? woooo…. kelakuan! :p
    hehehe….
    ati2 nang ndalan le, salam gae bojomu


  2. Comment by suryamaira — October 28, 2008 @ 11:31 am

    loh mesti…noo…, alhamdulillah aku wis mbali neng Riau maning, kiy siap-siap brangkat ke sebrang tgl 1. Ok dehh..


  3. Comment by Tuti Nonka — October 28, 2008 @ 11:45 pm

    Walaaaah … iki wong Melayu kok omonge cara Purwokerto ya?
    Mau pindah kemana, bang Surya? Tapi gak masalah ya, pindah-pindah, toh blognya masih disitu-situ juga …
    Selamat menempuh hidup baru (maksudnya di tempat baru), semoga sukses dan sejahtera. Amin.


  4. Comment by suryamaira — October 29, 2008 @ 9:10 am

    # Tuti Nonka
    Suwi neng Ngalam alias Malang mbak, kurang lebih 6 taunan lah. Rekan-rekan juga banyak dari Purwokerto. Jadi sering kebawa bahasa guyonan mereka.
    Insya Allah saya mau pindah ke Cilegon (dekat Merak). Iyap betul, moga-moga blog saya betah disini aja gak pindah ke lain hosting (lain hati). Terima kasih mbak, semoga sukses dan sejahtera juga, Amin !



RSS feed for comments on this post.